A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 10
TUGAS MANDIRI 10
1. Sepuluh Ringkasan Penting (Berdasarkan Modul 9 – Proposal Penelitian)
-
Proposal penelitian merupakan dokumen perencanaan ilmiah yang menjelaskan arah dan tujuan penelitian.
-
Latar belakang masalah menjadi dasar utama yang menjelaskan urgensi penelitian.
-
Rumusan masalah harus spesifik, fokus, dan konsisten dengan latar belakang.
-
Tujuan penelitian berfungsi sebagai panduan utama seluruh proses riset.
-
Tinjauan pustaka digunakan untuk memetakan posisi penelitian dalam kajian ilmiah yang sudah ada.
-
Identifikasi research gap menunjukkan kebaruan dan kontribusi penelitian.
-
Metodologi penelitian harus sesuai dengan karakteristik masalah dan tujuan penelitian.
-
Jadwal dan sumber daya penelitian harus realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
-
Proposal berfungsi sebagai komitmen akademik, bukan sekadar dokumen administratif.
-
Konsistensi antara proposal dan pelaksanaan penelitian menentukan kredibilitas peneliti.
2. Pertanyaan Pemantik (Triggering Questions)
1. Struktur
Jawaban:
Jika diibaratkan sebagai rumah, latar belakang masalah berfungsi sebagai pondasi, karena menjelaskan alasan dan dasar kuat mengapa penelitian perlu dilakukan. Rumusan masalah dan tujuan penelitian berperan sebagai tiang, yang menopang arah penelitian. Sementara kesimpulan dan luaran penelitian dapat diibaratkan sebagai atap.
Latar belakang harus koheren dengan rumusan masalah karena jika pondasi tidak kuat atau tidak sejalan, maka struktur penelitian menjadi rapuh dan tidak logis.
2. Metodologi
Jawaban:
Pemilihan pendekatan kualitatif atau kuantitatif ditentukan oleh jenis masalah dan tujuan penelitian. Pendekatan kualitatif lebih tepat untuk memahami makna, proses, dan fenomena sosial, sedangkan kuantitatif digunakan untuk mengukur hubungan antarvariabel secara statistik.
Elemen kunci dalam Bab Metodologi meliputi jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, serta validitas dan reliabilitas data.
3. Fungsi
Jawaban:
Jika proposal sangat detail tetapi tidak konsisten dengan pelaksanaan riset, konsekuensi terburuknya adalah hilangnya kepercayaan akademik, kesulitan dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian, serta potensi penolakan saat seminar hasil atau sidang. Proposal seharusnya menjadi panduan yang realistis dan fleksibel.
4. Integritas
Jawaban:
Research gap yang kuat dan orisinal menunjukkan adanya celah pengetahuan yang belum diteliti secara mendalam. Sementara penelitian yang hanya mengulang riset orang lain tanpa perspektif baru cenderung bersifat duplikasi. Perbedaannya terletak pada kontribusi ilmiah, sudut pandang, dan kebaruan pendekatan penelitian.
5. Revisi & Seminar
Jawaban:
Tahap revisi dan persiapan seminar penting karena proposal tidak hanya dinilai dari isi, tetapi juga dari cara penyampaian dan konsistensi argumen. Faktor non-teknis seperti komunikasi yang kurang jelas, ketidaksiapan mental, serta kurangnya penguasaan materi sering menjadi penyebab proposal ditolak saat seminar.
3. Pertanyaan Reflektif (Reflective Questions)
1. Pengalaman Menulis
Jawaban:
Bagian metodologi merupakan bagian paling menantang karena membutuhkan ketepatan konsep dan teknis. Strategi yang digunakan adalah mempelajari contoh proposal terdahulu dan berdiskusi dengan dosen pembimbing.
2. Komitmen
Jawaban:
Dalam praktiknya, jadwal penelitian sering kali belum sepenuhnya realistis. Untuk menyeimbangkan idealisme dan realitas, diperlukan penyesuaian ruang lingkup penelitian serta pengelolaan waktu dan sumber daya secara lebih matang.
3. Etika
Jawaban:
Tanggung jawab etis peneliti sangat besar karena setiap sumber yang dicantumkan harus benar-benar dibaca dan dipahami. Daftar pustaka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kejujuran dan integritas akademik.
4. Keterbatasan
Jawaban:
Keterbatasan penelitian dapat mencakup keterbatasan waktu, data, metode, atau lokasi penelitian. Penulisan keterbatasan ini menunjukkan bahwa peneliti bersikap kritis dan realistis terhadap hasil penelitiannya.
5. Transparansi
Jawaban:
Proposal yang baik harus menjelaskan setiap tahapan metodologi secara jelas dan sistematis agar penelitian dapat direplikasi oleh peneliti lain. Transparansi ini meningkatkan kepercayaan dan kualitas ilmiah penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar