Senin, 26 Januari 2026

Tugas Terstruktur 4

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 4

Rumah Adat Mbaru Niang sebagai Representasi Ruang, Struktur, dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Pendahuluan

Rumah adat Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu warisan arsitektur Nusantara yang masih bertahan hingga saat ini. Bangunan berbentuk kerucut ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memuat nilai sosial, budaya, struktural, dan ekonomi yang saling terintegrasi. Keunikan Mbaru Niang menjadikannya objek kajian penting dalam bidang arsitektur, struktur bangunan, serta pariwisata budaya.

Fungsi dan Makna Ruang dalam Rumah Mbaru Niang

Berdasarkan penelitian Louis (2015), ruang dalam Mbaru Niang memiliki fungsi dan makna yang sangat erat dengan sistem kehidupan masyarakat Wae Rebo. Pembagian ruang bersifat vertikal dan hierarkis, mulai dari ruang bawah sebagai area aktivitas sehari-hari, hingga ruang atas yang digunakan untuk penyimpanan hasil panen dan benda sakral. Tata ruang ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur. Dengan demikian, ruang dalam Mbaru Niang tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga simbolis dan spiritual.

Ketahanan Struktur terhadap Pengaruh Angin

Secara struktural, Mbaru Niang dirancang dengan sistem konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lingkungan pegunungan. Pradipto dan Tristanto (2021) menjelaskan bahwa bentuk kerucut dan sistem ikatan struktur kayu pada Mbaru Niang berperan penting dalam menahan beban angin. Bentuk atap yang meruncing memungkinkan angin mengalir ke atas tanpa memberikan tekanan besar pada dinding bangunan. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur tradisional Mbaru Niang telah menerapkan prinsip ketahanan struktur secara alami tanpa teknologi modern.

Mbaru Niang sebagai Daya Tarik Pariwisata Tradisional

Dari sisi pariwisata, Umbung dkk. (2021) menyatakan bahwa Rumah Adat Mbaru Niang memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya. Keaslian bentuk bangunan, tata ruang tradisional, serta kehidupan sosial masyarakatnya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pariwisata di Wae Rebo tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong pelestarian rumah adat dan nilai-nilai budaya lokal.

Kesimpulan

Berdasarkan ketiga jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Rumah Adat Mbaru Niang merupakan wujud arsitektur Nusantara yang utuh dan berkelanjutan. Mbaru Niang tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga sebagai ruang bermakna, bangunan yang tangguh secara struktur, serta aset penting dalam pengembangan pariwisata budaya. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Indonesia memiliki relevansi tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi masa kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Terstruktur 4

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 4 Rumah Adat Mbaru Niang sebagai Representasi Ruang, Struktur, dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lo...