A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 4B
10 Soal Isian
Kaidah bahasa dalam penulisan akademik mencakup tata bahasa, ejaan, diksi, dan gaya bahasa ilmiah.
Kalimat efektif harus memiliki lima ciri utama, yaitu kehematan, kepaduan, kejelasan, kesatuan, dan ketepatan.
Struktur dasar kalimat Bahasa Indonesia yang digunakan dalam teks akademik dikenal dengan istilah Subjek–Predikat–Objek–Keterangan (SPOK).
Contoh kata serapan dari bahasa Inggris yang telah disesuaikan secara fonologis adalah komputer.
Dalam teks akademik, penggunaan kata ganti seperti “saya” sebaiknya dihindari dan diganti dengan kata penulis.
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kelima dikenal dengan singkatan EYD V.
Huruf miring dalam penulisan akademik digunakan untuk menuliskan judul buku, nama ilmiah, dan istilah asing yang belum diserap.
Kesalahan struktur paralel dalam kalimat dapat menyebabkan ketidakjelasan makna dan menurunkan kualitas tulisan.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk membantu revisi bahasa ilmiah adalah Grammarly atau Typely.
Menurut modul, revisi bahasa ilmiah merupakan bagian dari proses akademik yang berkelanjutan.
5 Soal Esai
Jelaskan mengapa penggunaan kaidah bahasa yang tepat dalam teks akademik dianggap sebagai indikator profesionalisme dan integritas ilmiah seorang penulis. Penggunaan kaidah bahasa yang tepat dalam teks akademik menunjukkan profesionalisme dan integritas ilmiah karena mencerminkan kemampuan penulis menjaga keakuratan makna, kejelasan informasi, dan konsistensi penulisan. Bahasa yang baku dan objektif memperlihatkan bahwa penulis menghargai etika ilmiah serta menghindari kesalahan interpretasi.
Uraikan lima ciri kalimat efektif dalam penulisan akademik dan berikan masing-masing satu contoh kalimat yang sesuai. Lima ciri kalimat efektif meliputi:
- Kehematan: menghindari kata berlebih.Contoh: “Mahasiswa mengikuti seminar ilmiah.”
- Kepaduan: hubungan antarkalimat logis.Contoh: “Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak teknologi terhadap produktivitas.”
- Kejelasan: struktur mudah dipahami.Contoh: “Data dikumpulkan melalui observasi lapangan.”
- Kesatuan: memiliki satu pokok pikiran.Contoh: “Setiap paragraf harus membahas satu topik.”
- Ketepatan: penggunaan kata sesuai makna.Contoh: “Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan.”
- Bandingkan peran huruf kapital dan huruf miring dalam penulisan akademik menurut EYD V. Sertakan contoh penggunaannya dalam kalimat. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama diri, dan unsur resmi lembaga; sedangkan huruf miring dipakai untuk istilah asing dan judul karya tulis.Contoh kapital: “Universitas Sebelas Maret.”Contoh miring: “Penelitian ini menggunakan metode content analysis.”
Mengapa revisi bahasa ilmiah penting dilakukan sebelum naskah dipublikasikan? Jelaskan langkah-langkah self-editing yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Revisi bahasa ilmiah penting dilakukan agar naskah bebas dari kesalahan logika, ejaan, dan struktur. Langkah self-editing mencakup membaca ulang naskah, memeriksa struktur kalimat, memperbaiki diksi, memastikan kesesuaian EYD, serta meminta umpan balik dari rekan sejawat.
Dalam konteks penulisan akademik, bagaimana pemilihan diksi dan gaya bahasa dapat memengaruhi persepsi pembaca terhadap kredibilitas tulisan? Pemilihan diksi dan gaya bahasa memengaruhi kredibilitas tulisan karena menentukan tingkat keilmiahan dan objektivitas. Diksi yang tepat membuat argumen kuat dan meyakinkan, sedangkan gaya bahasa yang formal dan konsisten menunjukkan kemampuan berpikir sistematis dan profesionalisme akademik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar