Kamis, 09 Oktober 2025

Tugas Terstruktur 03

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 03





EKSPLORASI TEKS AKADEMIK: KAJIAN NILAI, BAHASA, DAN PENALARAN

A. Pendahuluan

Latar Belakang

Kajian akademik dalam bidang arsitektur tradisional memiliki peran penting untuk memahami hubungan antara bentuk, fungsi, dan nilai budaya yang tercermin dalam warisan arsitektur Nusantara. Salah satu objek yang menarik adalah rumah adat Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur. Rumah ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga simbol identitas dan spiritualitas masyarakat setempat.

Jurnal ini yang dikaji dalam eksplorasi

  1. Louis, M. (2015)Fungsi dan Makna Ruang pada Rumah Adat Mbaru Niang Wae Rebo (Jurnal INTRA, Vol.3 No.2).

  2. Pradipto, E. & Tristanto, K. (2021)Ketahanan Sistem Struktur Bangunan terhadap Angin: Studi Kasus Mbaru Niang di Desa Wae Rebo (Jurnal Arsitektur Pendapa, Vol.4 No.1).

  3. Umbung, C.D.O. dkk. (2021)Pariwisata Tradisional Rumah Adat Mbaru Niang di Dusun Wae Rebo (Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu Sosial, Vol.1 No.11).

Ketiganya menyoroti Mbaru Niang dari sisi yang berbeda fungsi ruang, struktur bangunan, dan nilai sosial budaya namun berpadu dalam memperlihatkan identitas arsitektur lokal Indonesia.

Tujuan

  • Mengidentifikasi struktur dan ciri khas teks akademik dalam ketiga jurnal.

  • Menganalisis penggunaan bahasa akademik, objektivitas, dan kosakata ilmiah.

  • Menelusuri nilai keilmuan serta dukungan teori dan data yang digunakan.

  • Menggali nilai-nilai kebangsaan yang tercermin, seperti pelestarian budaya, etika ilmiah, dan semangat nasionalisme akademik.

B. Metodologi

Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pembacaan kritis dan interpretatif terhadap ketiga teks jurnal.

Langkah-langkah eksplorasi:

  1. Membaca struktur teks untuk mengidentifikasi unsur akademik (abstrak, pendahuluan, metode, hasil, dan kesimpulan).

  2. Mengkaji gaya bahasa akademik dan kosakata ilmiah yang digunakan.

  3. Menelusuri teori atau pendekatan ilmiah yang mendasari setiap penelitian.

  4. Mengidentifikasi nilai kebangsaan yang muncul dari konteks arsitektur dan budaya lokal Wae Rebo.

C. Hasil dan Pembahasan

1. Struktur dan Ciri Khas Teks Akademik

Ketiga jurnal memiliki pola struktur akademik yang konsisten:

  • Abstrak dwibahasa (Indonesia–Inggris)

  • Pendahuluan yang memuat latar belakang dan tujuan penelitian

  • Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif

  • Hasil dan pembahasan sistematis

  • Kesimpulan dan rekomendasi

Perbedaan fokus penelitian:

  • Louis (2015) → Fokus pada fungsi dan makna ruang dengan pendekatan semiotika Pierce.

  • Pradipto (2021) → Meneliti ketahanan struktur terhadap angin dengan pendekatan rasionalistik dan teknis.

  • Umbung (2021) → Menganalisis pariwisata tradisional dan nilai simbolik budaya Mbaru Niang.

Ketiganya memperlihatkan integrasi kuat antara teori dan praktik lapangan.

2. Analisis Bahasa Akademik

Ciri bahasa akademik dalam ketiga jurnal:

  • Gaya bahasa formal, objektif, dan lugas.

  • Menggunakan istilah teknis seperti semiotika, sistem struktur, sendi, jepit, ikat, hekang kode, dan komponen simbolik.

  • Menghindari ungkapan emosional dan mengutamakan kejelasan logis.

  • Setiap jurnal menyertakan data empiris dan hasil wawancara sebagai bentuk dukungan ilmiah.

Louis (2015) menonjol dalam penggunaan bahasa simbolik dan interpretatif, sedangkan Pradipto (2021) menunjukkan struktur bahasa teknis yang presisi, dan Umbung (2021) menampilkan gaya deskriptif etnografis yang komunikatif.

3. Nilai Keilmuan

  • Louis (2015) memperlihatkan penerapan teori semiotika Pierce untuk menjelaskan hubungan tanda, ruang, dan makna dalam struktur Mbaru Niang.

  • Pradipto (2021) memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang teknologi arsitektur vernakular, menunjukkan efektivitas sistem struktur sederhana terhadap gaya angin.

  • Umbung (2021) menghubungkan arsitektur tradisional dengan pariwisata budaya, menekankan makna simbolik tiap komponen dan keberlanjutan fungsi sosialnya.

Ketiganya didukung data empiris berupa wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur, menunjukkan keabsahan ilmiah yang kuat.

4. Nilai Kebangsaan

Nilai kebangsaan tercermin dari:

  • Pelestarian budaya lokal: Rumah adat Mbaru Niang dipertahankan sebagai warisan arsitektur bangsa.

  • Etika akademik: Semua penulis menghindari plagiarisme dan mencantumkan sumber ilmiah secara sah.

  • Kemandirian ilmiah: Mengutamakan kearifan lokal tanpa ketergantungan pada konsep modern Barat.

  • Nasionalisme arsitektur: Menunjukkan kebanggaan terhadap bentuk, struktur, dan nilai budaya Indonesia.

D. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan

  • Ketiga jurnal memiliki struktur akademik lengkap dan mengikuti standar penulisan ilmiah.

  • Bahasa yang digunakan objektif dan menunjukkan penguasaan istilah teknis bidang arsitektur.

  • Nilai keilmuan kuat karena berbasis teori dan pengamatan lapangan.

  • Nilai kebangsaan tampak dari semangat pelestarian budaya, etika ilmiah, dan nasionalisme desain.

Rekomendasi

  • Penulis jurnal selanjutnya dapat memperluas kajian empiris melalui studi komparatif antar daerah adat.

  • Integrasi antara teori arsitektur vernakular dan teknologi modern berkelanjutan perlu diperkuat.

  • Eksplorasi terhadap nilai simbolik arsitektur tradisional dapat digunakan sebagai sumber inspirasi desain kontemporer Indonesia.

Tugas Mandiri 01

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 01

A. Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

1. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat konseptualisasi gagasan. Hal ini menunjukkan peran bahasa sebagai...
a) Alat komunikasi sehari-hari
b) Alat pikir dan ekspresi intelektual
c) Simbol identitas daerah
d) Sarana hiburan semata

2. Dalam konteks dunia akademik, salah satu tantangan utama penggunaan Bahasa Indonesia adalah...
a) Kurangnya penutur asli
b) Dominasi bahasa asing dan kurangnya padanan istilah ilmiah
c) Tidak adanya jurnal ilmiah nasional
d) Kaidah tata bahasa yang terlalu rumit

3. Teks ilmiah berfungsi sebagai jembatan ilmu karena...
a) Ditulis dengan bahasa yang puitis
b) Menghubungkan pengetahuan penulis dengan pemahaman pembaca
c) Selalu diterbitkan dalam dua bahasa
d) Hanya bisa diakses oleh akademisi tertentu

4. Salah satu syarat penulisan karya ilmiah yang baik adalah...
a) Menggunakan bahasa gaul yang kekinian
b) Kepatuhan terhadap kaidah EYD dan PUEBI
c) Panjang tulisan yang tidak terbatas
d) Hanya menggunakan istilah asing

5. Upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui cara berikut, KECUALI...
a) Publikasi jurnal berbahasa Indonesia yang terindeks global
b) Kolaborasi riset dengan abstrak bilingual
c) Mengganti bahasa pengantar di semua sekolah dengan bahasa Inggris
d) Program pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)

6. Dasar hukum kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ditetapkan dalam...

a) Sumpah Pemuda 1928
b) Undang-Undang Dasar 1945
c) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
d) Keputusan Presiden pertama

7. Fungsi bahasa Indonesia yang menyatukan keragaman budaya dan etnis di Indonesia dikenal sebagai fungsi...
a) Komunikatif
b) Edukatif
c) Identitas Nasional
d) Ilmiah

8. Lembaga pemerintah yang bertugas mengembangkan dan membina Bahasa Indonesia adalah...
a) LIPI
b) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa)
c) Kementerian Luar Negeri
d) UNESCO

9. Salah satu strategi untuk memartabatkan Bahasa Indonesia di ranah ilmu pengetahuan adalah...
a) Pengembangan istilah baru yang sesuai kaidah
b) Menghindari penggunaan bahasa Indonesia dalam diskusi ilmiah
c) Menerjemahkan semua jurnal internasional ke bahasa daerah
d) Hanya menggunakan bahasa Indonesia untuk sastra

10. Menurut modul, bahasa Indonesia berkembang menjadi bahasa ilmu, hukum, pendidikan, dan teknologi. Hal ini menunjukkan...
a) Bahasa Indonesia kaku dan tidak berkembang
b) Kedudukan bahasa Indonesia yang dinamis dan multifungsi
c) Bahasa Indonesia hanya untuk kepentingan formal
d) Fungsi bahasa Indonesia semakin menyempit

B. Soal Isian Singkat (10 Soal)

1. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga medium pikir dan ekspresi intelektual

2. Dalam Sumpah Pemuda 1928, Bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan

3. Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa ilmu pengetahuan untuk menyusun dan menyebarluaskan gagasan akademik.

4. Program yang dirancang untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing disebut BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)

5.Penulisan karya ilmiah menuntut ketepatan bahasa dan kejelasan struktur kalimat.

6. Kemampuan literasi akademik meliputi analisis struktur, pemahaman makna, dan evaluasi argumentasi dalam sebuah teks ilmiah.

7. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti digunakan dalam administrasi, pendidikan, dan hukum.

8. Pengembangan kosakata atau istilah ilmiah diperlukan untuk mengatasi tantangan kurangnya padanan istilah dalam bahasa Indonesia.

9. Upaya memartabatkan bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui publikasi ilmiah berbahasa Indonesia dan peningkatan literasi akademik.

10. Salah satu buku rujukan utama untuk tata bahasa baku Indonesia adalah buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang disusun oleh Anton M. Moeliono.

C. Soal Esai (5 Soal)

1. Jelaskan mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai "wahana intelektual dan ilmiah" dan berikan minimal dua contoh konkret perwujudannya dalam dunia akademik!


Bahasa Indonesia disebut sebagai wahana intelektual dan ilmiah karena digunakan untuk berpikir, menalar, dan menyampaikan gagasan secara sistematis dalam konteks pendidikan, penelitian, dan komunikasi akademik. Melalui bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan dapat dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas.
Contoh konkret:
(1) Penulisan skripsi, tesis, dan disertasi di perguruan tinggi menggunakan bahasa Indonesia baku.
(2) Publikasi jurnal ilmiah nasional seperti Jurnal Bahasa dan Sastra serta Jurnal Pendidikan Indonesia menggunakan bahasa Indonesia.


2. Analisislah hubungan antara "bahasa" dan "pembangunan ilmu pengetahuan" di Indonesia! Mengapa penguatan peran bahasa Indonesia dianggap crucial (sangat penting) dalam konteks ini?

Bahasa merupakan alat berpikir dan sarana penyampai ilmu pengetahuan. Tanpa bahasa yang kuat dan terstandar, pengembangan ilmu tidak dapat berlangsung dengan baik. Di Indonesia, penguatan bahasa Indonesia penting agar hasil penelitian nasional dapat diakses masyarakat luas dan tidak bergantung pada bahasa asing. Hal ini mendukung kemandirian dan keberlanjutan ilmu pengetahuan nasional.

3. Berdasarkan modul, terdapat sejumlah tantangan dalam memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu. Identifikasi dua tantangan utama tersebut dan proposalkan satu solusi strategis untuk mengatasi masing-masing tantangan!

Tantangan 1: Dominasi bahasa asing (terutama Inggris) dalam publikasi ilmiah internasional.
Solusi: Meningkatkan kualitas dan reputasi jurnal berbahasa Indonesia agar terindeks global.
Tantangan 2: Keterbatasan padanan istilah ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu.
Solusi: Mendorong kolaborasi antara ahli bahasa dan ilmuwan untuk menciptakan istilah baru yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

4. Jelaskan perbedaan mendasar antara kedudukan bahasa Indonesia sebagai "bahasa nasional" dan sebagai "bahasa negara"! Berikan satu contoh penggunaan untuk masing-masing kedudukan tersebut.

Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional dan alat pemersatu bangsa.
Contoh: Digunakan dalam lagu kebangsaan, upacara, dan komunikasi antar suku.
Sebagai bahasa negara, digunakan dalam administrasi pemerintahan, pendidikan, hukum, dan dokumen resmi negara.
Contoh: Digunakan dalam undang-undang, surat keputusan, dan proses pembelajaran di sekolah.

5.Menurut Anda, bagaimana peran generasi muda (mahasiswa) dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia? Sebutkan minimal dua aksi nyata yang dapat dilakukan.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkenalkan dan memperluas penggunaan bahasa Indonesia di tingkat global.
Aksi nyata yang dapat dilakukan:
Mengikuti atau mempublikasikan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia di forum nasional maupun internasional.
Menjadi pengajar atau relawan dalam program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing).
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial dan karya akademik untuk memberi teladan positif.


Tugas Mandiri 02

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Mandiri 02

A. Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

  1. Fungsi utama bahasa Indonesia dalam konteks akademik adalah …
    a. Alat komunikasi sehari-hari
    b. Alat berpikir dan ekspresi intelektual 
    c. Bahasa populer di media sosial
    d. Bahasa pengantar informal

  2. Ciri utama bahasa akademik adalah …
    a. Menggunakan bahasa santai
    b. Banyak menggunakan ungkapan emosional
    c. Formal, objektif, dan presisi istilah 
    d. Bebas dari aturan ejaan

  3. Struktur karya ilmiah umumnya mengikuti format …
    a. SWOT
    b. IMRAD 
    c. SMART
    d. SWOT-IMRAD

  4. Yang termasuk jenis teks ilmiah adalah …
    a. Artikel jurnal 
    b. Status media sosial
    c. Iklan komersial
    d. Puisi populer

  5. Kesalahan dalam penggunaan bahasa akademik dapat menyebabkan …
    a. Tulisan lebih kreatif
    b. Berkurangnya kredibilitas karya ilmiah 
    c. Pembaca lebih cepat memahami
    d. Gagasan lebih mudah diterima

  6. Internasionalisasi bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui …
    a. Program BIPA 
    b. Penyederhanaan kosakata populer
    c. Mengurangi publikasi ilmiah
    d. Menghindari kolaborasi internasional

  7. Etika akademik dalam penulisan karya ilmiah menuntut mahasiswa untuk …
    a. Menulis bebas tanpa aturan
    b. Menghindari plagiarisme 
    c. Memperbanyak opini pribadi
    d. Menggunakan bahasa populer

  8. Salah satu ciri kalimat dalam bahasa akademik adalah …
    a. Bertele-tele dan panjang
    b. Tidak logis
    c. Efektif dan padat makna 
    d. Mengutamakan bahasa gaul

  9. Contoh nyata peran bahasa Indonesia sebagai sarana ekspresi intelektual adalah …
    a. Membuat status singkat di WhatsApp
    b. Menulis makalah ilmiah 
    c. Membuat meme lucu
    d. Menulis surat pribadi

  10. Upaya memartabatkan bahasa Indonesia di tingkat global dapat dilakukan melalui …
    a. Diplomasi kebahasaan 
    b. Mengurangi publikasi ilmiah
    c. Membatasi istilah ilmiah baru
    d. Mengabaikan kaidah PUEBI


B. Soal Isian (10 Soal)

  1. Bahasa berfungsi bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat berpikir dan sarana pengembangan ilmu pengetahuan. 

  2. Bahasa akademik menuntut penggunaan istilah dan struktur kalimat yang konsisten dan sesuai bidang ilmu. 

  3. Format umum karya ilmiah adalah IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). 

  4. Salah satu contoh teks ilmiah adalah artikel jurnal. 

  5. Kesalahan penggunaan ejaan dan istilah dapat mengurangi kredibilitas karya ilmiah.

  6. Penulisan karya ilmiah harus mematuhi etika akademik, termasuk menghindari plagiarisme. 

  7. Program internasionalisasi bahasa Indonesia untuk penutur asing disebut BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).

  8. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mencerminkan kualitas intelektual penulisnya.

  9. Artikel jurnal, buku ajar, dan laporan penelitian termasuk dalam jenis teks ilmiah. 

  10. Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum internasional dapat memperkuat identitas dan martabat bangsa. 

C. Soal Esai (5 Soal)

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!

  1. Jelaskan peran bahasa Indonesia sebagai alat ekspresi dan pikir intelektual!Bahasa Indonesia berperan sebagai alat ekspresi dan pikir intelektual karena menjadi sarana untuk mengungkapkan gagasan, konsep, serta hasil pemikiran ilmiah secara logis dan sistematis. Melalui bahasa Indonesia, mahasiswa dan akademisi dapat menulis karya ilmiah, berdiskusi ilmiah, serta mengembangkan ilmu pengetahuan nasional.

  1. Mengapa bahasa akademik harus bersifat formal, objektif, dan presisi? Berikan contohnya!
    Bahasa akademik harus bersifat formal agar terjaga profesionalitas, objektif agar berbasis fakta bukan opini, dan presisi agar maknanya tidak ambigu. Contoh: “Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja,” bukan “Saya ingin tahu kenapa pekerja jadi malas.”

  1. Analisislah fungsi teks ilmiah sebagai jembatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat!
    Teks ilmiah berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat karena berisi hasil penelitian yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sosial, ekonomi, maupun budaya. Dengan demikian, teks ilmiah membantu penerapan ilmu pengetahuan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.

  1. Bagaimana strategi memartabatkan bahasa Indonesia agar diakui sebagai bahasa ilmu global?
    Strateginya meliputi peningkatan jumlah publikasi ilmiah berbahasa Indonesia, memperluas program BIPA, memperbanyak kerja sama internasional, serta mendorong penerjemahan karya ilmiah Indonesia ke berbagai bahasa. Diplomasi kebahasaan juga penting agar bahasa Indonesia dikenal luas di dunia akademik global.

  1. Menurut Anda, apa tantangan terbesar dalam internasionalisasi bahasa Indonesia di era globalisasi?
    Tantangan terbesarnya adalah dominasi bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan dunia. Selain itu, keterbatasan istilah ilmiah dalam bahasa Indonesia dan rendahnya minat peneliti asing untuk belajar bahasa Indonesia juga menjadi kendala. Solusinya adalah memperkaya kosakata ilmiah dan memperluas pengajaran BIPA di luar negeri.

Kamis, 02 Oktober 2025

Tugas Terstruktur 02

 

Mind Map `Pentingnya Bahasa Baku dan PUEBI dalam Dunia Akademik`




Pentingnya Bahasa Baku dan PUEBI dalam Dunia Akademik


Abstrak

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki fungsi strategis dalam dunia akademik. Penggunaan bahasa baku yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) tidak hanya menjaga keseragaman kaidah bahasa, tetapi juga mendukung komunikasi ilmiah yang efektif, jelas, dan kredibel. Artikel ini membahas pentingnya bahasa baku dan PUEBI dalam penulisan akademik, permasalahan yang muncul akibat penggunaan bahasa yang tidak sesuai, serta solusi penerapan bahasa baku secara konsisten. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan bahasa baku dan PUEBI berperan penting dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah, memperkuat identitas akademik, dan menjaga wibawa bahasa Indonesia.

Kata kunci: Bahasa Baku, PUEBI, Akademik, Penulisan Ilmiah, Bahasa Indonesia


Pendahuluan

Dalam dunia akademik, bahasa berfungsi sebagai sarana komunikasi ilmiah yang menuntut kejelasan, ketepatan, dan konsistensi. Bahasa baku merupakan bentuk bahasa yang sesuai dengan kaidah tata bahasa, ejaan, dan kosakata yang diakui secara resmi. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) hadir sebagai acuan untuk menjaga keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia. Tanpa penerapan bahasa baku dan PUEBI, tulisan akademik rentan menimbulkan ambiguitas, kesalahpahaman, serta menurunkan kredibilitas penulis maupun lembaga akademik. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan bahasa baku serta PUEBI adalah kewajiban bagi civitas akademika.


Permasalahan

Beberapa masalah yang muncul terkait penggunaan bahasa baku dan PUEBI dalam dunia akademik antara lain:

  1. Kurangnya pemahaman mahasiswa dan penulis terhadap aturan bahasa baku dan PUEBI.

  2. Pengaruh bahasa nonformal (bahasa gaul, media sosial) yang sering terbawa ke dalam tulisan akademik.

  3. Inkonistensi penggunaan ejaan dalam karya ilmiah, seperti penulisan huruf kapital, tanda baca, dan kata serapan.

  4. Kurangnya kesadaran akademisi bahwa bahasa baku mencerminkan kualitas intelektual karya tulis.

  5. Minimnya pembiasaan penggunaan PUEBI dalam kegiatan akademik sehari-hari.


Pembahasan

1. Bahasa Baku dalam Akademik

Bahasa baku adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan aturan tata bahasa, kosakata, serta ejaan yang berlaku. Dalam konteks akademik, bahasa baku memiliki fungsi:

  • Sebagai sarana komunikasi ilmiah yang jelas dan terukur.

  • Sebagai standar penulisan agar karya tulis dapat dipahami secara universal.

  • Sebagai identitas akademik yang membedakan karya ilmiah dari tulisan populer atau nonformal.

2. PUEBI sebagai Pedoman Penulisan

PUEBI mengatur kaidah penulisan huruf, kata, tanda baca, dan tata cara penulisan unsur serapan. Perannya antara lain:

  • Menjaga konsistensi penulisan dalam dokumen akademik.

  • Menjadi acuan resmi dalam penulisan karya ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.

  • Membantu menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi tertulis.

3. Konsekuensi Pengabaian Bahasa Baku dan PUEBI

Apabila bahasa baku dan PUEBI diabaikan, beberapa dampak yang mungkin timbul adalah:

  • Menurunnya kualitas karya ilmiah.

  • Timbulnya kesalahan interpretasi pembaca.

  • Hilangnya kredibilitas penulis dan institusi akademik.

  • Terhambatnya perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan.

4. Upaya Peningkatan Penggunaan Bahasa Baku dan PUEBI

Beberapa strategi untuk meningkatkan penerapan bahasa baku dan PUEBI adalah:

  • Pelatihan intensif bagi mahasiswa dan dosen.

  • Integrasi materi PUEBI dalam kurikulum pendidikan tinggi.

  • Pengawasan akademik melalui bimbingan penulisan karya ilmiah.

  • Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pengecek ejaan dan tata bahasa.


Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Bahasa baku dan PUEBI merupakan fondasi penting dalam dunia akademik. Penggunaannya menjamin kejelasan, ketepatan, dan kredibilitas karya tulis ilmiah. Permasalahan yang muncul akibat kurangnya pemahaman dan kesadaran penggunaan bahasa baku dapat diatasi dengan pembiasaan, pelatihan, dan penerapan aturan yang konsisten.

Saran

  1. Mahasiswa perlu membiasakan diri menggunakan bahasa baku dalam setiap aktivitas akademik.

  2. Dosen dan institusi akademik perlu lebih menekankan pentingnya PUEBI dalam setiap penugasan.

  3. Penerbitan akademik harus melakukan penyuntingan bahasa secara ketat sesuai PUEBI.

  4. Pemerintah dan lembaga bahasa perlu memperkuat sosialisasi penggunaan bahasa baku di berbagai jenjang pendidikan.


Daftar Pustaka

  • Modul 1: Bahasa Indonesia untuk Dunia Akademik.

  • Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

  • Moeliono, A. M., & Dendy Sugono. (2017). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

  • Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Tugas Terstruktur 4

 A11 | Shiva Monalisa | Tugas Terstruktur 4 Rumah Adat Mbaru Niang sebagai Representasi Ruang, Struktur, dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lo...